Sunday, 27 January 2013

My Rubik 2


#AUGIE#
Aku merasa bersalah, kenapa juga kutinggalkan dia sendiri. Ini kan pertemuan pertama, tapi aku sudah membuat kesalahan dan mungkin akan membuat dia ilfil. Ah sudahlah bagaimana nanti saja, kantor polisinya sudah deket.
“Gimana, Mas. Udah nemu uang pelicinnya?” sahut polisi tanpa basa-basi.
Aku menjawab dengan sedikit kesal “nih, Pak. Ada pas 100.000, berarti kita damai ya!!”.
“Kalo gini kan enak, Mas. Silahkan melanjutkan perjalanannya kembali” jawab polisi sambil tersenyum licik.

Dasar watak polisi zaman sekarang, dengan uang semua langsung lancar. Segera ku pacu motor untuk kembali ke tempat tadi, karena pasti Hanna sudah menunggu dengan cemasnya. Aku tahu Hanna itu paling benci menunggu dan paling nggak sabaran dalam hal apapun.

Kulihat dari kejauhan Hanna masih duduk di warung dengan muka lugunya, setelah kuperhatikan dia makin cantik saat melamun begitu. Ah mungkin seru kalau aku bikin surprise buat dia.


#HANNA#
Bodohnya aku bisa dengan mudah percaya pada lelaki yang jelas-jelas baru saja ku kenal. Bagaimana kalau dia menipuku ? Bagaimana kalau dia kabur tanpa kembali ? Bagaimana kalau ternyata dia itu perampok ?
“Hayo masih muda kerjaannya ngelamun aja” Augie menepuk pundak ku.

Kedatangannya membuat semua lamunanku buyar dan tentunya aku sangat kaget.
“Ehh kamu, Gi. Aku nggak ngelamun kok” timpalku gugup.
Dia mencubit pipiku dengan keras “dasar anak cantik hobi nya ngeles nih”.

Pipiku memerah mendengar dia memanggil aku cantik, ah sungguh indah rasanya.
“Yeee kok malah ngelamun lagi ? Yaudah ayo jalan, nggak enak mojok di warung pake seragam sekolah gitu” ucapnya sambil tertawa.
Aku pun menjawab dengan malu “yaudah ayok!!!”



#AUGIE#
Entah apa yang kurasakan saat ini, senang sekali bisa bertemu Hanna untuk pertama kalinya. Hatiku terasa damai melihat tingkahnya yang malu saat aku memanggil dia “anak cantik”. Apa ini yang namanya cinta ???

Kupacu motorku menembus jalanan kota Bandung yang mulai terik, tanpa ada obrolan di antara kita. Ya kita hanya terdiam sepanjang perjalanan.
Sampai di perempatan dekat rumahku, aku menghentikan laju motorku.
Lalu menoleh ke belakang “berhenti dulu ya, aku mau ke rumah bentar”.
“Mau ngapain lagi ?” ucapnya dengan sinis.
“Aku ada kepentingan dulu, kamu diem aja disini jagain motor aku ya. Aku pasti balik lagi kok” ucapku sambil sedikit berlari.

Aku segera berlari meninggalkan Hanna sendiri disana, perasaanku sedikit tak tenang,  sehingga aku mempercepat langkahku.


#HANNA#
Aku tak tahu kenapa bisa merasa sedamai ini dekat dengannya, aku merasa telah menemukan sesuatu yang hilang beberapa tahun lalu. Ah sudahlah mungkin ini hanya karna wajah Augie yang ganteng.

Semua lamunanku terpecah saat dia lagi-lagi menghentikan motornya dan meninggalkan aku sendirian. Segera gerutuan dari mulutku meluncur dengan hebatnya.
“Sumpah itu cowok walaupun ganteng tapi nyebelin, kayak nya seneng banget ninggalin gue sendiri” gerutu ku sendiri.

Sambil melihat jam dan melihat ke sekeliling, tak nampak kehadirannya ku lihat. Aku berniat untuk pergi dari tempat itu dan tak ingin berkomunikasi lagi dengannya. Tapi entah mengapa hati ini seakan memberi kode untuk tak beranjak dari tempat itu. Akhirnya aku menunggu lagi dengan sabar.

Setelah sekitar 15 menit aku disana, akhirnya sedikit ku lihat bayangannya berlari-lari dari arah gang sempit itu. Hatiku sedikit merasa lega.



#AUGIE#
Segera kuberlari ke rumah yang kebetulan sepi karna mamah pasti sudah berangkat ke kantor. Kubuka pintu rumahku dan langsung menuju kamar untuk mengambil dompet, helm dan jaket. Aku tidak mau jika nanti ada polisi sialan yang menilangku lagi.

Segera ku berlari untuk menemui Hanna, aku takut kalau-kalau dia pergi dari sana dan tak mau berkomunikasi denganku lagi. Kulihat dari kejauhan Hanna masih dengan setia duduk di motorku, walau dengan muka yang lusuh seperti baju belum disetrika.
“Hai aku balik lagi kan, ayo jalan mau kemana kita ?” tanyaku dengan ceria.
Wajahnya masih terlihat tak bersemangat dan hanya menjawab “TERSERAH!”.

Aku merasa bersalah melihatnya begitu kesal karena sudah lama menunggu. Tanpa basa-basi segera kupacu kembali motorku, menuju rumah ayahku untuk meminjam baju adikku. Tidak mungkin aku membiarkan Hanna pergi dengan memakai seragam sekolah, bisa jadi incaran polisi lagi nanti.

Sampai di suatu rumah bercat abu aku kembali menghentikan motorku. Tapi kali ini aku tidak membiarkan Hanna sendiri menunggu, aku mengajaknya masuk ke rumah bercat abu itu. Suasana disini lebih terasa ramai dan hangat, karena semua anggota keluarga ada di rumah. Aku seorang anak broken home, jadi wajar jika memiliki banyak rumah, tepatnya rumah orangtuaku.

Segera ku panggil adikku untuk mengambil baju yang sekiranya pas untuk Hanna. Aku kaget saat nenekku berkata bahwa beliau menyukai Hanna dan menyuruhku untuk segera meresmikan hubungan kita.



#HANNA#
Motor ini kembali melaju, entah kemana tujuannya aku tak tahu. Tapi tiba-tiba motor ini terhenti kembali di sebrang rumah bercat abu, perasaan tak enak mulai menyelimuti pikiranku. Kalau sampai dia meninggalkanku lagi di tempat ini, aku benar-benar akan pergi dan tak berniat kembali.

Tapi kali ini tebakanku salah, ternyata dia mengajakku untuk masuk ke rumah bercat abu itu. Suasana di rumah itu ramai dan hangat. Semua anggota keluarganya menyambutku dengan ramah, aku sangat senang bisa bertemu mereka. Augie meninggalkanku sendiri di ruang tamu, dan tak lama neneknya mengahmpiriku. Kita mengobrol dengan asyiknya, dari neneknya aku mengetahui kalau dia ternyata broken home. Ya sama denganku anak broken home.

Tiba-tiba dia datang dengan membawa baju dan celana untukku.
“Nih ganti baju dulu, gak enak kalo pergi pake seragam” ucapnya sambil memberikan baju itu.
Aku  menerimanya sambil menjawab “ iya makasih”.
“Jangan ganti disini dong Han, tuh masuk aja ke kamar adikku” ucapnya sambil tertawa.

Aku merasa bodoh sekali saat dia menyerahkan baju itu, masa iya aku mau mengganti baju di ruang tamu. Memang dalam keadaan gugup aku selalu bertindak aneh dan bodoh.
Akhirnya kita pergi dari rumah itu, dia bilang akan mengajakku ke tempat terindah. Aku masih menebak-nebak kemana dia akan membawaku pergi.



#AUGIE#
Setelah hampir dua jam perjalanan, akhirnya aku menghentikan motorku di sebuah tempat makan. Aku tau pasti Hanna lapar, hanya saja mungkin dia malu untuk mengatakannya.
“Han ayo turun udah sampe nih, kita makan dulu” aku menoleh ke belakang.

Dan ternyata Hanna tertidur selama dua jam perjalanan tadi, aku tak tega untuk membangunkannya. Akhirnya aku mecoba menggendongnya dengan hati-hati, dan masuk ke tempat makan di daerah Punclut yang terkenal dengan nasi merahnya. Aku memesan makanan sambil memandangi wajahnya yang polos, kamu makin cantik saja saat tidur, gumamku sendiri.

Saat makanan sudah tersedia di meja, tiba-tiba Hanna bangun dengan muka yang bingung. Ini cewek bangun pasti gegara nyium bau makanan, aku tertawa sendiri melihat tingkahnya.
“Sorry tadi aku nggak tega bangunin kamu, jadi aku langsung gendong aja kesini” ucapku sambil tertawa.
Belum sempat dia menjawab aku sudah menyuruhnya makan, “cepet cuci muka tuh ke belakang, udah gitu langsung makan, kamu pasti laper kan ??”.

Tanpa menjawab Hanna bergegas ke kamar mandi, dan segera menyantap makanan di meja. Dia terlihat begitu natural, tidak seperti perempuan lain yang sering kutemui, yang jaimnya nggak ketulungan.

Tepat jam 4 kita selesai makan, aku mengajak Hanna untuk berjalan sedikit ke bukit dekat tempat makan tadi. Disana suasana terasa indah, memang Punclut dari dulu selalu memberi ketenangan sendiri untukku. Kukeluarkan kalung yang sedari tadi hanya tersimpan di kantong celanaku.
“Han ini buat kamu, waktu aku ke Bali kamu minta oleh-oleh kan ? Aku bingung mau beliin apa, yaudah aku beli kalung ini aja” ucapku sambil menyerahkan kalung itu.
“Dari pertama kita suka chat lewat Y!M sampe sekarang kita ketemu, nggak tahu kenapa aku ngerasa nyaman deket kamu. Aku lihat kamu itu beda sama perempuan lain yang kebanyakan bertopeng. Di tempat ini aku mau ngomong kalau aku suka sama kamu, kamu mau nggak jadi pelengkap hidup aku ?” ucapku dengan lantang.

Terlihat Hanna begitu kaget dengan pernyataanku tadi, dia hanya memegang kalung itu sambil menunduk.
“Aku nggak tahu ini perasaan apa, tapi aku mau jadi pelengkap hidup kamu, Gi” jawabnya dengan sedikit malu.

Sunset sore ini terasa lebih indah dari sebelumnya, semua itu berkat kamu Hanna Vidia Putri. Tak terasa ku lewatkan sunset di Punclut dengan sangat indah bersamamu, ya hanya bersamamu, kalung dengan ukiran namamu itu saksinya.



#HANNA#
Hari ini begitu indah kurasa, semua kekesalanku hari ini rasanya terbayar sudah oleh sunset terindah di sore ini.

Sejak hari itu, tepatnya 09 September 2010 terbukalah lembaran percintaan baru denganmu Muhammad Augie Isya Yulandi. Hari-hariku terasa lebih hidup dan berwarna, kau mampu merubahku dengan sempurna. Aku semakin rajin untuk pergi ke sekolah, tak terdengar lagi aku yang bolos 2x dalam seminggu. Semua pelajaran ku ikuti dengan penuh semangat, kebetulan saat itu aku sudah kelas XII dan sedang persiapan menuju Ujian Nasional.

Satu fakta yang baru saja aku tahu, ternyata dia mengidap penyakit asma akut. Tak sengaja kuketahui ini saat kami sedang berjalan-jalan ke suatu tempat. Aku mengetahui bahwa dia adalah salah satu anggota klub Breakdance, aku memaksanya untuk menunjukan keahliannya di depanku.
“Ayo dong say tunjukin kalo emang kamu jago dance” bujukku dengan manja.
Dia sedikit menolak “jangan deh yang, kamu liat video aku ngedance aja waktu dulu.
“Ah gamau pengen liat langsung say, yaudah deh kalo nggak mau” ucapku sambil meninggalkannya.

Dia paling tidak bisa menolak permintaanku, dan akhirnya dia menunjukan juga bakat dance nya. Tapi tiba-tiba dia terjatuh dan terlihat seperti sesak nafas, ditambah darah yang terus keluar dari hidungnya.

Aku bingung dengan apa yang terjadi, beruntunglah ada temannya yang membantu. Disitulah aku mengetahui bahwa dia pengidap asma akut. Hari itu merupakan kesalahan terbesar dalam hidupku, aku makin takut kehilangan dia. Saat tersadar dia hanya tersenyum dan mencoba menenangkanku yang sedari tadi tak berhenti menangis.
“Udah yang jangan nangia aja, aku nggak apa-apa kok” ucapnya lirih.
Aku mencoba menyeka air mataku “iya maafin aku ya aku gak tau kalo kamu sakit, aku janji nggak akan gitu lagi, aku nggak mau kehilangan km”.

Dia hanya tersenyum, dan aku mengantarnya pulang ke rumah.


**


Esok harinya di sekolah aku hanya termenung di kelas, tak ada gairah untuk keluar kelas atau sekedar bersenda gurau dengan teman-temanku. Masih teringat kejadian kemarin yang terus kusesali. Tiba-tiba datang temanku memanggil.
“Han, lu dipanggil ke ruang kepala sekolah tuh” ucapnya lantang.

Aku masih sedikit bingung ada apa aku dipanggil kepala sekolah ? Akhirnya aku segera berjalan ke ruang kepala sekolah yang tidak jauh dari kelasku.
“Permisi, Pak” ucapku sambil membukan pintu.
“Iya masuk, silahkan duduk Han” kepala sekolahku menjawab.
Aku bertanya kepada beliau “Maaf pak kalau boleh saya tau ada apa bapak memanggil saya ?”.
“Kamu sudah terima surat dari pihak sekolah 5 hari yang lalu ?” tanya beliau.

Aku hanya menggeleng karena memang tidak pernah merasa menerima surat.
“Maaf dari lima siswa yang saya beri surat, hanya kamu yang tidak menanggapi. Karena kamu dan ke empat temen kamu sudah banyak melakukan pelanggaran, maka kamu saya keluarkan dari sekolah. Dan nama kamu sudah ter blacklist, mungkin kamu bisa cari sekolah swasta atau sekolah di luar daerah ini jika kamu ingin melanjutkan sekolah” beliau berkata dengan menggebu.

Semua ini rasanya seperti petir di siang bolong yang begitu mengoyak hatiku. Apa yang harus ku lakukan setelah ini ? Bagaimana reaksi keluargaku ? Bagaimana sekolahku ? Bagaimana hubunganku dengan Augie ? Pertanyaan yang terus menggelayuti otakku, ku masukkan buku ke dalam tas dan berjalan ke luar sekolah dengan tatapan kosong. Andai dulu aku lebih rajin sekolah dan tidak melanggar tata tertib, mungkin semua tidak begini akhirnya. Ah sudahlah penyesalan itu memang selalu datang di akhir. Kuteruskan langkah kaki yang tak punya tujuan ini.


***


 Ps. koreksinya ya, karna gua baru nulis beginian. Maklum kalo jelek. Yang belum baca pasrt 1 nya klik aja My Rubik 1 :D

25 comments:

  1. knjungan pgi sobat trmksih banyk' dah berbagi kawan

    ReplyDelete
  2. hmm..pantesan rada binggung gtu bacanya,trnyata ada part 1 nyaa..

    heuheu

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya kak yura baca dulu ya part 1 nya, kalo gak baca ntar aku lempar upil nih *eh

      Delete
  3. polisinya frontal yah -___-
    belum pernah ketemu yg sefrontal itu tapi :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya memang itu polisi ter.ekstrim yg pernah ditemukan :)

      Delete
  4. Trus gimana Hanna?
    Dia sekolah di mana ntar?
    Lanjutin lanjutin lanjutiiiin!

    ReplyDelete
    Replies
    1. yang jelas gak sekolah di hati lu kak eppa hehe.

      Delete
  5. hayoook dilanjutin, ummm... rada bikin pusing bacanya kalo ditulis per-karakter gitu, hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. trus gimana yang gak buat pusing ? minta koreksinya dong dari penulis Senior High Stress hehe.

      Delete
  6. Replies
    1. boleh-boleh, sambil di komen dong ya :))

      Delete
  7. Replies
    1. oke siap kak, komennya juga boleh kok hehe.

      Delete
  8. Ģώ udah prnah ngersain di dtilang, cman polisi yg g tw kusutnya d tlg

    Ģώ blom nymbg.....
    Cara nulis crpennya sma kyak novel yg prnah Ģώ bca

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya ditilang itu kaya makan pake pantat haha.

      novel apa zi ?
      kenapa belum nyambung ???

      Delete
  9. uhuk :D sekarang si hanna masih jadian gak sm augie ?? #ehh

    ceritanya bagus kok anak cakep .. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. mau tau aja apa mau tau banget ?
      tunggu kelanjutannya ya :)

      Delete
  10. Hmmm kudu baca part 1 nya dulu nih (┌','┐)

    Betewe lanjutannya jgn kelamaan yaw ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ ツ

    ReplyDelete
  11. *barusan bc yg part 1 .

    Hmmm masih bersambung ya.
    Moga hepi ending :)

    @ ahmad fauzi : yaaa sama cara nulisnya dgn novel yg lo baca tapi kan alur cerita nya beda. Gak apa2 lah ..menurut gue, heni tetep kreatif kok :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. emang sama kaya novel apa sih ? hehe.

      makasih ya kak ina makasih :)

      Delete

  12. walah kasihan dong si hana dikeluarin dari sekolah..
    cepat lanjutin hen, sapa tau lanjutannya hana pindah ke pesantren dan jadi anak santri..wkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. ahaha masih rahasia deh, tapi tenang aja bang fian .
      sebentar lagi ku publish lanjutannya

      Delete
  13. Dari bahasanya sih udah oke hen, cuma dari ceritanya aja kali ini ..

    Sori kalo gue salah nangkep yah ..
    Itu Hanna ketiduran waktu naik motor dan digendong augie sampe ke tempat makan?
    Ini aneh menurut gue ..

    Terus baru sekali ketemuan, udh nembak dan pacaran walopun sebelumnya udh sering YM'an?

    Terakhir, itu kok sekolahnya gampang banget ngeluarin siswanya -___-

    Itu aja sih, dari gue ...
    Mungkin kalo lebih detail lagi penjelasannya malah bagus,,

    Kalo gue ada yg salah di atas, koreksi juga ya ... Hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. oke bang makasih sebelumnya :)

      kalo yg pertama itu kan emang si Hanna ketiduran, trus pas nyampe tempat makannya si Augie itu baru sadar. ya jadi digendong dari parkiran ke tempat makan, tapi tar gua perbaiki deh.

      nah kalo yg kedua, dari mulai YM.an juga mereka udh saling suka, tapi msh terpendam karna belum ketemu.

      nah kalo yg ketiga itu kan sekolah negri memang suka gt tiap mau deket ujian, pengen meraup untung gede .

      tar deh gua perbaiki semuanya bang, makasih banget lohh komentarnya :))

      Delete

Udah baca kannn ?
Ayo dong tumpahin aernya *nahlo
BW lah kawan, karna BW sebagian dari iman :))

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...