Thursday, 21 February 2013

Kematian Itu

Judul diatas terlihat sadis atau bahkan sedikit menyeramkan ya. Kematian adalah sebuah takdir Tuhan yang bersifat rahasia, sama dengan jodoh dan rejeki. Kenapa rahasia ? Karena tak ada satupun yang bakal tahu kapan kematian akan datang ke setiap manusia. Ya kematian itu Rahasia Ilahi. 

Kenapa kali ini saya bahas soal kematian ? Karena di bulan Februari yang kata orang merupakan bulan kasih sayang, saya mengalami kehilangan atau mengahadapi kenyataan ada dua kerabat saya yang meninggal dunia atau mengalami kematian itu.

  • Yang pertama saat awal februari, ini adalah suadara dari mamah saya. Beliau merupakan sosok orang yang baik, pekerja keras, dan memiliki kemampuan bersosialisasi yang tinggi. Beliau meninggal saat melahirkan anak ke-11 nya, mungkin rahimnya sudah terlalu lemah untuk melahirkan. Beliau meninggal 15 menit setelah operasi caesar yang dilakukan. Alhamdulilah anaknya lahir dengan keadaan selamat, berjenis kelamin lelaki, dan berwajah tampan menurutku. Semua orang kaget, bersedih, dan menangis mengetahui kematian beliau. Beliau bernama Ibu Endah, sekali lagi ya kematian itu Rahasia Ilahi.
  • Kejadian kedua masih hangat atau baru beberapa hari yang lalu lah. Lagi-lagi sodara perempuan saya, namanya Hayatunnisa. Dia satu kampus dengan saya, hanya saja kita berbeda jurusan. Dia jurusan Kesehatan Masyarakat, sedangkan saya Pendidikan Bahasa Inggris. Dia meninggal karena penyakit kanker hati stadium empat yang dideritanya, itupun kita tahu pada saat-saat terakhir kehidupannya. Yang lebih disayangkan lagi tanggal 02 Maret nanti dia akan wisuda, dimana saya menjadi paduan suara di acara tersebut. Dia sudah memesan kebaya yang sangat cantik untuk acara wisudanya nanti. Memang terdengar miris, but it's a fact. Dan sekali lagi ya kematian itu Rahasia Ilahi.



Melihat dua kejadian yang memilukan itu, bukan kali pertama saya kehilangan orang yang saya sayangi di usia muda seperti itu. Sedih memang menghadapi semua kejadian itu, tapi apa daya yang bisa kita lakukan. Karena ya kematian itu Rahasia Ilahi. Umur bukanlah menjadi patokan kapan seseorang akan menghadapi kematian, toh nyatanya banyak anak kecil yang meninggal dunia. Kematian tidak memandang siapa, dimana, apa jabatannnya, berapa umurnya, atau hal lain yang bersifat duniawi. Kematian adalah rahasia Tuhan yang tidak bisa kita elakkan lagi.

Maka selagi kita masih diberikan kesempatan untuk merasakan kehidupan, pergunakanlah kesempatan itu sebaik-baiknya dan banyaklah berbuat hal yang positif tentunya. Karena sekali lagi kematian itu Rahasia Ilahi. Semoga mereka yang sudah kembali pada-Mu bisa beristirahat dengan tenang dan ditempatkan di tempat yang layak di sisi-Mu serta semua keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.

Tak peduli berapa lama lagi kamu hidup di dunia ini, yang terpenting adalah seberapa besar kamu buat hidupmu lebih bermanfaat bagi semua :)

Wednesday, 20 February 2013

Giveaway dari PROM!SCUOUS

Hallo semua, kali ini gue mau share soal Giveaway yang diadakan sama kak Dee pemilik blog PROM!SCUOUS. Berhubung gue suka banget liat GA gini, apalagi hadiahnya juga bikin ngiler. Langsung deh capcus buat ikutan. GA ini dimulai dari tanggal 19 Februari sampai 28 Maret, masih banyak waktu buat ikutan hehe.


Oke seperti yang gue bilang kalau ada dua hadiah, check it out :)


ini hadiah pertama, yaitu long dress motif merak. Lucu banget kan buat nambahin koleksi baju di lemari kalian ? Gak cuma ini aja, ada satu hadiah lagi. Tarrraaa kosmetik lengkap lohhh.



Produk kosmetik berupa :

  • SARIAYU Rimba Nusantara Beauty Kit.
  • SARIAYU Putih langsat facial foam + pelembab.
  • SKINFOOD Green Tea Deo Wash (Travel Size).
  • SKINFOOD Gold Kiwi Hydrating Mask 8ml.
  • SKINFOOD Fresh apple Sparkling Pore Gift Set (emulsion + Toner).
  • ETUDE HOUSE AC CLINIC White Trouble Toner & Essencializer (sample size).
  • Vaseline Healthy Sunblock SPF 30.

Yuuk buruan ikutan, buat syaratnya cukup liat aja nih disini =>> Giveaway Kak Dee.

Love at 99ers

Pagi itu tepatnya jam 04.30 aku berangkat dari rumah menuju 99ers. Ya aku penyiar di 99ers radio, walaupun statusku hanya penyiar sementara. Aku terpilih menjadi penyiar sementara saat ada Ajang Pencarian Penyiar Sementara yang dikhusukan untuk anak sekolah. Aku suka rutinitas ini, walaupun harus melawan udara dingin dan rasa malas yang begitu berat. 

Aku siaran bersama dengan tiga orang dari sekolah lain. Mereka adalah Vina, Ine, dan Fitriyan. Nah yang terakhir itu sebenernya cowok, tapi gayanya kemayu abis. Kita melakukan siaran seperti biasanya, dengan suka cita dan berbahagia tentunya.

**
Akhirnya jam 06.00 juga, tandanya siaran selesai dan kita akan segera kembali ke sekolah masing-masing. Di lobi kita terpisah dan kebetulan hanya aku yang berbeda arah dengan mereka. Tiba-tiba ada lelaki yang sepertinya terburu-buru dan menabrakku. Tapi dia berlalu begitu saja, tanpa ada kata maaf sedikitpun.

**

Besok hari Minggu dan tak ada jadwal siaran. Tapi aku berniat untuk main kesana, ya daripada bosen di rumah. Sesampainya disana, aku bertemu lagi dengan lelaki yang kemarin menabrakku. Dalam hati aku sudah berniat untuk memarahinya atas perlakuan dia sore kemarin. Tapi tiba-tiba dia tersenyum kepadaku, manis sekali.
“Hai sorry ya kemaren udah nabrak lu dan nggak minta maaf” ucapnya begitu tegas.
“Iya nggak apa-apa, keliatannya kemaren lu lagi buru-buru banget sih. Gue maklum kok” jawabku  dengan gugup.
“Sebagai permintaan maaf, kita ngopi yuk di 99ers Coffee. Gue yang traktir lu” ucapnya sambil menarik tanganku.

Aku hanya bisa terdiam melihat dia menarik tanganku begitu. Kenapa aku jadi lemah begini ? Kenapa cacian yang tadi sudah kusiapkan tidak bisa kuucapkan ? Kenapa aku malah mau diajak jalan oleh lelaki ini. Lamunanku buyar saat dia mengatakan kita sudah sampai di 99ers Coffee.
“Lu yang siaran Funky Siapa Kamu kan ?” tanyanya.
“Iya kok lu tau sih ?” tanyaku lagi.
“Yah iya lah, kan gue yang urusin semua penyiar Funky Siapa Kamu setiap angkatannya” jawabnya tegas.
“Oh iya gue Bagus, lu siapa ? dari sekolah mana ?” tanyanya lagi.
“Gue Sasha Anindita, kelas X-A dari SMA 56” jawabku singkat.
“Oh lu toh yang namanya Sasha itu” ucapnya sambil tertawa.
“Emang kenapa sama gue ? Kayaknya lu kenal banget sama gue” tanyaku penasaran.
“Kan waktu audisi itu semua crew pada heboh ngomongin anak yang namanya Sasha. Kata mereka lu itu lucu dan polos banget, masa waktu audisi lu mau aja disuruh mohon ke salah satu penyiar senior. Padahal kan nggak ada aturan kayak gitu di audisi kemaren." ucapnya begitu lantang.

Aku hanya terdiam dan kaget mendengar itu. Berarti aku kemarin berhasil menjadi bahan lelucon crew audisi itu. Ah bodohnya diriku yang terlalu lugu dan polos ini.
“Jadi semua itu cuma keisengan mereka ? Pantes penyiar senior pada nyengir nggak jelas. Kalian jahat banget sih”. ucapku sambil memasang muka marah.
“Eitss gue kan nggak ikutan, itu kan kerjaan anak-anak aja. Malah gue itu penasaran sama yang namanya Sasha. Makanya kemaren gue buru-buru masuk kantor pengen liat Sasha itu siaran. Eh ternyata lu Sasha yang gue cari” ucapnya sambil tertawa lepas.

Hari itu aku habiskan dengan mengobrol bersama Bagus, salah satu crew di 99ers. Bagus termasuk lelaki yang good looking. Kulitnya sawo matang, hidungnya mancung, dan dia berwawasan luas. Sampai aku tak sadar kalau hari sudah sore dan aku sudah berjam-jam mengobrol dengan Bagus.

Setelah pertemuan itu, kamipun sering mengobrol di kantor. Lalu saling bertukar nomor handphone, dan setiap weekend kami pasti melakukan wisata kuliner di Bandung. Aku merasa nyaman bila disamping Bagus.

Malam minggu itu Bagus mengajakku untuk makan malam di suatu tempat yang menurutku sih mahal dan kebanyakan orang kantoran yang makan disana. Tiba-tiba Bagus memegang tanganku.
“Sha, aku suka sama kamu sejak kita ketemu di kantor itu. Aku ngerasa kamu itu beda sama cewek lain yang cuma menilai seseorang dari materi. Aku tahu ini terlalu cepat, tapi ini jujur dari dalam hati aku. Kamu mau nggak jadi cewek aku ? ucapnya lantang.

Aku hanya ternganga saking kagetnya, aku kira ini hanya mimpi. Kucoba cubit tanganku dan ternyata sakit, ini bukan mimpi. Aku hanya mengaduk-aduk makananku. Aku bingung sekali.
“Hmm gimana ya ? Aku, aku, aku mau jadi cewek kamu” ucapku sambil menunduk.
Jadilah hari itu adalah malam minggu terindah yang kurasakan. Bisa menjadi  pacar crew 99ers itu memberi prestise tersendiri. Inilah kebahagiaan yang sesungguhnya.

Dua minggu sudah aku menjalani hubungan dengan Bagus, banyak hal positif yang kurasakan. Aku berniat untuk belajar menyayanginya dengan baik. Tiba-tiba Vina datang membuyarkan lamunanku.
“Hei, Sha. Kamu bener ya pacaran sama Kak Bagus ?” Tanya Vina.
“Iya, Vin. Kamu tau dari mana ?” tanyaku lagi.
“Ya elah semua juga udah tahu kali, kita kan sekantor masa sih gak tau” jawabnya singkat.
“Oh iya ya. Tapi aku seneng loh bisa pacaran sama Bagus, dia orangnya baik banget deh” ucapku bahagia
“Maaf ya, Sha. Tapi kamu jangan terlalu percaya Kak Bagus, dia itu playboy cap buaya tau. Banyak cewek yang dibuat patah hati sama dia. Kamu hati-hati ya.” Ucapnya serius.
“Masa sih Vin ? Tapi kayaknya nggak deh, lagian dia nggak pernah bertingkah aneh Vin. Kamu sama aja ya kayak yang lain !!!” Ucapku sedikit membentak.

Kutinggalkan Vina sendiri di ruang siaran. Kenapa sih semua orang menyudutkan Bagus seperti itu ? Padahal menurut aku Bagus bukan cowok playboy cap buaya yang sering diucapkan teman-temanku.

Hari itu aku free siaran, tapi Bagus tidak ada di kantor. Bagus sedang tidak enak badan, begitu informasi yang kutangkap saat aku menelpon dia. Aku malas pulang ke rumah, karena memang kondisi rumah sedang tak karuan. Akhirnya muncul ide gilaku untuk menjenguk Bagus ke rumahnya, aku akan memberikan kejutan untuk Bagus. Segera kupacu motorku ke arah rumah Bagus, setelah sebelumnya aku membeli beberapa kue yang Bagus suka.

Saat aku sampai, terlihat mobil Bagus ada di depan garasi rumahnya. Aku semakin tenang karena memang Bagus sakit dan tidak berusaha mengelabuiku. Kuketuk pintu rumahnya tapi tak ada saja yang membuka, akhirnya aku memberanikan diri untuk langsung ke rumahnya dan mencari dimana kamar Bagus. Terdengar suara orang tertawa dari dalam kamar, segera kutebak itu adalah kamar Bagus.

Kubuka pintu kamarnya dan kulihat dua orang manusia sedang melakukan hubungan percintaan layaknya sepasang suami istri. Mereka begitu kaget melihatku, tapi segera kupergi dari tempat tersebut dengan luka yang teramat dalam. Terdengar Bagus yang berusaha mengejarku.
“Sha tunggu ini nggak seperti yang kamu bayangkan” teriaknya dari kamar.

Aku hanya berlari ke bawah, mencari pintu keluar. Aku tak tahan melihat semua itu. Segera kupacu motorku keluar dari kawasan rumah Bagus, tak terasa air mata ini begitu deras mengalir. Akhirnya aku pergi ke kantor dan segera berlari ke tower kantorku yang berada di lantai paling atas. Aku ingin menenangkan diriku sendiri.
“Gue Shasha nggak akan pernah maafin Bagus sama Vina yang udah nyakitin gue banget. Gue nggak mau lagi ketemu sama makhluk biadab kaya mereka. Gue janji nggak akan nginjekin kaki di kantor 99ers lagi, dan gue nggak akan siaran lagi”. ucapku lantang.

Segera kupergi dari tempat itu dan meninggalkan semua kenangan, kesakitan, serta pengkhianatan yang dilakukan secara bertubi. Tapi ini semua akan menjadi kenangan Love at 99ers yang tidak akan kulupakan sampai kapanpun.

Kau hancurkan aku dengan sikapmu

Tak sadarkah kau telah menyakitiku

Lelah hati ini meyakinkanmu

Cinta ini membunuhku

Friday, 15 February 2013

Surat Cinta Spesial

Baik ini adalah tema ke.enam dalam Liga Blogger Indonesia, temanya menurut saya agak gampang-gampang susah. Baiklah, tema kali ini adalah SURAT CINTA. Sengaja tulisannya gede, biar jelas dan terbaca.

Surat cinta ? Apa sih surat cinta ? Surat cinta adalah rangkaian kata yang biasanya diisi oleh kalimat-kalimat indah, dan biasanya lagi sebagai bentuk ekspresi dari orang yang sedang jatuh cinta. Surat cinta banyak digunakan oleh remaja zaman 2000 kebawah, karena memang dulu belum ada internet atau alat komunikasi canggih seperti sekarang ini.

Saya masih ingat sewaktu SD kelas 4 tahun 2002, di sekolah saya sedang booming yang namanya surat cinta. Banyak anak-anak kelas saya mendapat surat cinta dari kakak kelas, lalu membalasnya lagi. Begitu seterusnya, saling membalas surat cinta. Entah apa yang ada di pikiran anak SD ingusan seperti saya, menulis surat cinta dengan bahasa yang sangat alay tentunya. Mungkin itu yang namanya cinta monyet.

Saat saya pertama memasuki SMP tahun 2005 surat cinta masih agak popular, walaupun bukan untuk menyatakan perasaan cinta lagi. Surat cinta beralih fungsi sebagai ajang usil panitia MOS kepada siswa baru. Sayapun sempat mengalami itu, walaupun tidak jarang banyak yang mengalami cinlok (baca : cinta lokasi) gara-gara surat itu.

Saat memasuki kelas 2 SMP, mulailah beredar internet atau alat komunikasi canggih. Keberadaan surat cinta sudah semakin memudar, karena banyak kelebihan yang ditawarkan oleh alat komunikasi canggih itu. Tidak perlu melakukan pemborosan kertas atau menunggu lama kalau ingin membuat janji dengan oranglain. Cukup sms atau telepon langsung deh ketemu.

Apalagi di zaman sekarang ini, internet semakin beredar dengan menawarkan fitur-fitur yang menarik. Contoh, dengan adanya social media. Tidak ada yang namanya jarak sebagai penghalang. Apalagi bagi yang menjalani hubungan jarak jauh atau LDR, tinggal buka skype bisa langsung mengobrol sambil melihat wajah lawan bicara. Serasa dekat bukan ??? Daripada menulis surat yang membutuhkan waktu lama dan biaya tidak sedikit, mungkin zaman sekrang ini orang lebih memilih menggunakan alat komunikasi yang jauh lebih canggih, simpel, dan cepat.


amplop surat

TANTANGAN
Oke di pekan ke.enam ini ada sedikit tantangan yang agak menyulitkan. Menulis surat cinta lalu foto dengan si penerima surat. Mau tulis surat buat Ibu, beliau tidak bersama saya. Mau tulis surat buat pacar, pacar gak sewilayah sama saya (LDR). Akhirnya terciptalah surat cinta kecil untuk Ayah. Lets see :


isi suratnya :)


“Dear My Beloved Father :* :*

Ayah, ini surat pertamaku untukmu. Saat aku menulis ini, aku masih terjaga diantara semua orang yang terlelap tidur. Entah mengapa pena ini begitu lancar menggoreskan sedikit kata untuk Ayah ..

Ayah, masih tergambar jelas bagaimana pertemuan pertama kita saat aku berusia 16 tahun. Akhirnya kulihat sosok Ayah yang begitu gagah dan tegap. “Oh ini Ayahku, ternyata aku masih punya Ayah”. Hanya kata itu yang terlontar dari mulutku.

Ayah, kau sosok yang luar biasa hebat. Walaupun dulu aku amat membencimu. Tapi sekarang Ayah banyak berubah, berubah menjadi lebih baik tepatnya.

Ayah, tetaplah menjadi tumpuan peluhku. Menjadi lentera bagi putrimu ini. Tetaplah menjadi Ayah bagiku, karena hanya Ayah yang saat ini menjadi orangtuaku.

Ayah, aku hanya mempunyai satu harapan, suatu saat Ayah dan Ibu bisa bersatu kembali menjadi keluarga yang utuh. Walaupun aku tahu itu hal yang tidak mungkin terjadi.

Ayah, aku hanya ingin kau tidak lupakan Ibu. Walaupun ada Ibu yang lain disamping Ayah. Aku harap Ayah bisa mengerti apa yang kuinginkan saat ini. Semoga Ayah tetap menjadikan aku yang nomer satu.

Aku harap Ibu bisa segera kembali menemuiku, seperti Ayah yang akhirnya bisa kutemui setelah 16 tahun lamanya. Harapanku Ayah dan Ibu yang tak tahu entah dimana selalu dalam lindungan-Nya. Ayo Ayah kita berjuang bersama melawan kerasnya hidup ini !!!”.


Putri Kecilmu,

Heni.N




pegang suratnya

Ayah pegang surat cinta, seremm

aku dan beliau jadi kita

Thursday, 14 February 2013

My Rubik 4 (ending)


 #AUGIE#
Pagi ini terasa berat, aku bangun dengan sedikit malas. Ya malas menghadapi kenyataan tepatnya. Segera ku usir rasa mala situ dan pergi ke kamar mandi. Tepat pukul 07.00 aku berangkat dari rumah menuju ke sekolah lama Hanna.
Hampir setengah jam aku menunggu Hanna di gerbang sekolah, aku sengaja datang lebih awal. Aku tak ingin membuat Hanna menunggu. Tepat jam 08.15 aku melihat sosok Hanna berlari-lari kecil menghampiriku.
Segera ku pacu motorku menuju terminal, tak ada percakapan yang kami lakukan selama perjalanan. Ya kami hanya terdiam. Masih tak ku sangka semua ini terjadi, bus itu akan segera pergi. Pergi membawa dia dan cintanya.
Satu hal yang selalu terngiang di ingatanku : “Inget jangan pernah bilang keberadaan aku ke siapapun atau dalam keadaan apapun”, itu yang selalu Hanna ucapkan. Aku berjanji penuhi semua keinginanmu.


#HANNA#
Bus ini mulai berjalan meninggalkan terminal, meninggalkan dia dan semua keindahan di kotaku. Tak terasa air mata ini membanjiri pipiku, sampai ada seorang ibu yang menanyakan keadaanku. Mungkin dia khawatir melihat keadaanku.

**

Sesampainya di Serang …
Aku tak percaya bahwa sekarang aku sudah benar-benar meninggalkan kotaku, aku pun turun dari bus itu dan duduk di terminal untuk menunggu kakakku menjemput.

Segera kucabut sim card dan memotongnya sambil menangis. Dan kuganti dengan sim card yang baru. Lalu kupencet nomor yang sudah sangat kuhapal.
“Hay sayang, ini aku Hanna. Aku udah sampe terminal Serang nih, save ya nomer baru aku” ucapku pada Augie.
Lalu dia menjawab, “Oh kamu udah sampe ? terus kakak kamu udah jemput belum ?”.
“Belum, mungkin sebentar lagi. Entar kalau udah sampe rumah aku sms”. ucapku.

Tak lama kakakku datang ke terminal itu, tanpa banyak bicara segera kami pergi menuju rumah ayahku.
Perjalanan ini terasa sangat melelahkan, sangat melelahkan. Hampir dua jam aku hanya duduk di motor menikmati perjalanan yang sama sekali tak terasa indah.

Akhirnya aku sampai di rumah ayahku …..
Semua keluarga menyambutku dengan penuh keharuan, ya karena memang sedari kecil aku tidak pernah bermain kesini. Semua terasa asing bagiku, kehidupan baru ini membuatku bingung. Apa aku bisa menjalani delapan bulan disini ? Ah entahlah kucoba hadapi semua dengan tabah.


#AUGIE#
Semenjak kepergiannya tadi pagi, aku hanya ingin menghabiskan waktu di kamarku. Tak ada keinginan untuk berangkat kuliah atau sekedar berbincang dengan mamah yang kebetulan sudah datang dari luar kota.
Aku hanya memandangi handphone yang sedari tadi hanya tergeletak di meja kamarku. Hanna tak menghubungiku sejak kita berpisah di terminal itu. Aku semakin merasa tak enak hati, aku takut terjadi apa-apa kepada Hanna.

Ditengah kegelisahan itu, akhirnya Hanna menghubungiku dan menyampaikan bahwa dia sudah sampai di tempat ayahnya. Aku merasa lega mendengar pernyataannya. Baru saja akan kurebahkan tubuh ini ke tempat tidurku, tiba-tiba ada telepon masuk. Ini pasti Hanna, tapi ternyata perkiraanku salah besar.
“Halo, Gi. Ini mamahnya Hanna. Kamu lagi sama Hanna nggak ? Dia sampe malem gini belum pulang”. terdengar suara mamah Hanna dari sebrang sana.
Aku merasa gugup, “Hmm aku nggak sama Hanna tante, ini baru pulang kuliah. Hanna nggak telepon aku seharian ini”.
“Oh yaudah, tante coba tanya temennya yang lain”. ucap mamah Hanna sambil menutup teleponnya.

Aku merasa bersalah telah berbohong kepada mamahnya Hanna, aku tahu bagaimana khawatirnya mamah Hanna saat ini. Tapi apa daya, ini janjiku pada Hanna. I’ll keep my promise.


#HANNA#
Udara malam ini terasa sangat menusuk tulangku, merobek semua lamunanku yang sedari tadi bergelayutan di pikiranku. Aku merasa sangat menyesal atas semua ini, tapi tak ada gunanya aku terus meratapi ini semua. Lusa adalah hari pertamaku di sekolah baru, dan hari dimana semuanya akan berubah. Aku mulai memakai hijab.

**

#AUGIE#
Dua hari sudah kamu pergi tinggalkan kota ini, masih tersisa ratusan hari penantianku. Senin di awal Oktober ini memang menjadi monster day bagiku, tak ada kamu lagi disini. Ah sudahlah cukup lamunan di pagi yang cerah ini, aku harus segera pergi ke kampus.

**

Empat hari kemudian …..
Hari ini perasaanku tidak enak, seperti ada hal buruk yang akan terjadi. Tapi tetap kupacu motorku menembus jalanan menuju rumahku, kupikir ini hanya karna pikiranku memang masih sangat kacau setelah kepergian Hanna.

Tak lama di belokan terakhir menuju rumahku, tiba-tiba ada sekelompok geng motor yang menghentikan motorku.
“Turun lo !!!” teriaknya begitu kencang.
Aku sedikit gugup, “mau apa lu ? ada urusan apa ?”.

Tanpa banyak basa-basi salah satu dari mereka meninju perutku dengan kencangnya, rasanya sesak dan mual. Mereka terus memukuliku dengan sadisnya. Sempat kudengar pertanyaan terakhir mereka sebelum pergi meninggalkanku.
“Sore lu datang ke rumah Hanna, bawa dia pulang !! Awas aja kalo lu gak bawa Hanna, nyawa lo urusannya!!” teriaknya begitu kasar.
Lebam ditubuh ini begitu jelas terlihat, tapi aku nggak akan kasih tau Hanna. Aku takut dia khawatir dengan keadaanku, akan kucoba hadapi semua ini.

**

Sore itu aku datang ke rumah Hanna, terlihat mamah Hanna dan orang-orang yang tadi siang memukuliku. Oh aku baru ingat ternyata itu teman rumah Hanna yang kebetulan anggota geng motor ternama di kota ini. Pantas saja mereka begitu beringas.
Terlihat raut wajah mamah Hanna yang tidak bersahabat.
“Sore tante” ucapku sedikit bingung.
“Udah nggak usah basa-basi, kamu pasti tau kan Hanna dimana. Karena malam itu Hanna sama kamu seharian, dan setahu tante cuma kamu yang deket sama Hanna akhir-akhir ini” jawabnya dengan nada tinggi.
Aku sedikit gugup, “aku nggak tahu tante, aku losecontact sama Hanna. Aku nggak tahu tante beneran”.

Terlihat salah satu dari anggota geng motor itu beranjak dari duduknya.
“Lo nggak usah bohong lagi, pasti lu dalang semua ini. Kalo lo nggak mau ngomong, nyawa lo gua habisin” ucapnya sambil meninju lagi pipiku.
Aku berusaha untuk kuat, “gue beneran nggak tau Hanna dimana”.
Tak kuduga satu tamparan mendarat di pipiku, ternyata mamah Hanna.
“Pokoknya kalo sampe ada apa-apa sama Hanna, kamu yang bakal tante cari”. ucapnya sambil mengusirku.

Aku pergi dari rumah Hanna, semua berubah karena kejadian ini. Aku merasakan sakit yang sangat dalam, bukan karena tamparan atau pukulan ini. Tapi karena aku hanya bisa terdiam dan terdiam. Kupacu motor menuju tempat favoritku bersamanya, ya bukit bintang.


#HANNA#
Sudah seminggu ini aku mulai membiasakan diri di sekolahku yang baru, berbeda sekali dengan sekolahku yang dulu. Tapi inilah resiko dari setiap pilihan. Saking sibuknya di sekolah baru, ternyata aku tak menghubungi Augie selama seminggu ini. Baru saja aku berniat menghubunginya, tiba-tiba ada panggilan masuk ke handphoneku.
“Hallo cil, ini gue Oby. Kabar lu gimana disana ? Baik aja kan” Tanya Oby di telepon.
Aku menjawab dengan gembira, “gue baik, By. Ada apa kok tumben telepon gue ?”.
Terdengar helaan nafasnya, “Lu jangan marah ya cil, si Augie dipukulin temen rumah lu. Ditampar sama mamah lu lagi, mukanya sampe babak belur cil”.
“Beneran By ? Kok dia gak ada kasih tau gue ya ?” tanyaku penasaran.
“Mungkin dia nggak mau buat lu khawatir cil, udah cepet lu hubungin dia” jawab Oby.

Segera kututup telepon itu …
Dan kupencet nomor Augie di handphoneku, terdengar suara operator berbicara dengan manisnya, “maaf nomor yang Anda tuju sedang tidak aktif”. Berkali-kali kucoba menghubunginya, hasilnya tetap sama. Kekhawatiranku kian memuncak, aku terdiam di sudut kamarku memikirkannya.

**

Dua hari kemudian …
Terdengar suara handphoneku berbunyi, tanda ada panggilan masuk. Aku sudah yakin itu pasti Augie, tapi ternyata tebakanku salah. Itu mamahnya Augie.
“Halo, Han. Gimana kabar kamu baik ? Betah di sekolah baru ?” sapa mamah Augie lembut.
Aku sedikit tersenyum, “Iya halo, Tante. Alhamdulilah kabar aku baik, aku juga betah kok disini”.
“Hmm gimana ya ? Maaf nih kamu lagi sibuk nggak ? Augie dirawat di RS, kalau bisa kamu dating kesini ya, Ugi manggil-manggil nama kamu terus” ucap beliau dengan nada sedih.
Aku terdiam sejenak, “Gimana ya tan ? Aku takut buat kesana, aku takut banget tan. Nanti aku kabarin lagi deh”.
Lalu kututup telpon itu, aku merasa bersalah karena bersikap tak sopan kepada mamah Augie. Tapi saat itu aku benar-benar bingung dan sedih.

**

Beberapa hari aku berpikir langkah apa yang harus kuambil. Entah bisikan atau perintah dari mana aku bisa mengambil keputusan seperti ini. Aku memutuskan untuk mengganti kartu dan akan menghilang dari kehidupan Augie. Aku merasa telah banyak menyusahkannya, aku tak mau membuatnya lebih menderita lagi dengan menungguku kembali kesana. Segera kuhubungi mamahku dan memberitahukan bahwa aku berada di rumah ayah. Aku ingin semuanya tuntas, dan aku akan terus mendoakan yang terbaik untuk Augie. Sulit memang menjalani hari tanpa kamu, tapi aku harus bisa. Semua demi kebaikan dan kebahagiaanmu Augie.

**

#AUGIE#
Hampir seminggu aku terkapar di ruangan yang meletihkan ini, ya rumah sakit lebih tepatnya. Tapi tak kulihat Hanna dating menjengukku disini, aku mencoba mengerti dengan semua keadaan ini. Aku yakin pasti Hanna masih terlalu takut untuk datang  kesini. Lalu kuambil handphone yang hampir seminggu mati total, tak lama terdengar nada sms masuk ke handphoneku. Ternyata dari Hanna.

“Saat baca sms ini aku harap kamu udah sembuh, maaf aku nggak bisa datang kesana. Nyali aku terlalu ciut untuk itu. Maaf untuk beberapa bulan ke belakang yang sangat menyakitkan untuk kamu. Maaf gara-gara aku lagi, penyakit kamu kambuh lagi. Dan maaf sekali lagi karena aku nggak bisa lagi jalani semua sama kamu. Lebih baik kita jalan masing-masing, itu lebih indah. Jangan tunggu aku lagi, aku nggak akan kembali!!! Maaf dan terimakasih J”.

Isi sms itu memang singkat, tetapi begitu menyakitkan untukku. Kubaca berulang kali, kuharap ini semua hanya mimpi. Tapi teks sms itu masih tetap sama. Segera kuhubungi dia, tapi mungkin dia sudah mengganti nomornya. Ya mungkin dia benar-benar tak ingin lagi berjuang bersamaku. Aku hanya bisa menangis di atas tempat tidur ruanganku, mungkin aku memang sangat cengeng.

**

#HANNA#
Tiga bulan kemudian ….
Perasaan ini masih tetap sama, semua masih terlihat jelas di benakku. Sulit untuk melupakannya, sangat sulit kurasa. Tak kudengar lagi kabar darinya, lebih tepatnya menghindar dari semua yang akan menghubungkanku padanya. Sakit rasanya terus berpura-berpura dalam kebohongan ini. Tapi tak ada lagi yang bisa kulakukan. Saat ini aku sedang sibuk dengan segala Try Out, Ujian Latihan dan semua pembekalan menuju UAN. Setidaknya aku mempunyai kesibukan untuk menghilangkan kesedihan ini.

**

Tepat tanggal 29 Maret 2011 ….
Malam itu aku sedang duduk di teras dengan saudara perempuanku, namanya Devi. Dia yang selalu menemaniku selama tinggal di rumah ayahku. Ditengah obrolan tiba-tiba Devi meminta sesuatu dariku.
“Teh liat FB nya si Augie sih, aku pengen liat banget kayak gimana orangnya” ucapnya polos.
Aku sedikit terkejut, “buat apa ? udah lah nggak usah”.
Dia terlihat cemberut, “cepet, Teh. Masa liat aja nggak boleh, ayo dong”.

Ahirnya aku mengalah, karena aku tau watak dia yang pantang menyerah kalau menginginkan sesuatu. Segera kuambil handphone dan kubuka facebook yang beberapa bulan tak kubuka. Kuketik nama Augie di kotak pencarian, dan segera kutelusuri profil FB nya. Saat kulihat profil FB nya, aku sempat merasa kaget. Aku lihat banyak sekali ucapan belasungkawa di wallnya. Aku bingung, ada apa ini ? Siapa yang meninggal ? Segera kucari FB sahabat Augie yang saat itu kebetulan sedang online, lalu kuminta nomor teleponnya. Aku segera menghubunginya.
“Halo, ini bener nomor Kak Aji temennya Augie kan ?” tanyaku perlahan.
Lalu terdengar dia menjawab, “Iya, ini siapa ya ?”.
“Ini aku Hanna, temennnya Augie.” Jawabku agak ragu.
“Oh Hanna yang pacarnya itu ya, yang tabah ya” ucapnya dengan nada sedih.
Aku masih heran, “Tabah kenapa ? emang Ugi kenapa ? tadi aku liat wallnya banyak ucapan belasungkawa, siapa yang meninggal kak ?”.
Terdengar dia sedikit kaget, “Emang kamu nggak tau ? Seminggu yang lalu Ugi meninggal, ini aku baru pulang dari tahlilannya”.

Saat kudengar itu, aku tak sadar apa yang terjadi. Aku merasa tubuhku sangat lemas dan tak berdaya. Ternyata aku pingsan seketika.
Malam itu aku hanya menangis dan menangis, tak tau harus bagaimana. Aku memang manusia yang bodoh. Gerutukku sendiri sembari memukul-mukul kepalaku.

**

Hari berikutnya aku semakin murung, seperti anak yang kehilangan ibunya. Padahal saat itu sedang dilaksanakan Ujian Sekolah. Aku sudah tak peduli dengan semua hasilnya, yang ada di pikiranku bagaimana cara aku cepat lulus dan cepat kembali ke Bandung.

**

Keinginan memang tak selamanya menjadi kenyataan, dan kekecewaan pasti akan hadir mengikuti itu semua. Seperti yang terjadi kepadaku sekarang ini. Aku sudah merasakan bagaimana lulus dari SMA. Tapi ternyata impianku untuk kembali ke Bandung tak dapat terwujud, karena Mamah terlalu marah dan tak ingin aku kembali. Aku harus menerima semua itu, dan menunggu saat yang tepat untuk kembali ke kotaku tercinta.

**

Akhirnya saat itu datang, ya tanggal 10 Juli 2012 aku baru bisa kembali ke kotaku. Walaupun hanya untuk berkunjung. Sesampainya disana, segera kuhubungi adik kelasku untuk mengantar mencari makam Augie yang kebetulan ada di daerah pedesaan.
Aku mencari tanpa henti, tanpa mengenal lelah dan terik matahari. Tekadku mengalahkan semua itu, ya.. tekad menebus semua penyesalanku kepadanya. Tak terhitung berapa kali aku salah memasuki jalan, bahkan sampai salah memasuki makam. Saat senja mulai memancarkan sinarnya, barulah aku menemukan makamnya. Mungkin Tuhan ingin melihatku berusaha sangat keras terlebih dahulu.
Tak terasa air mata ini begitu deras mengalir, rasanya tak sanggup untuk beranjak dari tempat itu. Kutaruh bunga yang sudah sangat layu, karena terlalu lama kusimpan di tasku. Kulantunkan berbagai doa yang aku tau untuknya. Kubersihkan semua daun yang berserakan di dekat makamnya. Kulakukan apa yang masih sanggup kulakukan untuknya. Tak peduli dengan keadaannya yang sudah menyatu dengan indah.

Senja kali ini terlihat indah, seindah kenangan senja beberapa tahun yang lalu. Senja yang kuhabiskan bersamamu akan menjadi kenangan terindah dalam hidupku, karena saat ini senja ini hanya dapat kunimkati sendiri.

Terimakasih untuk kado dan surat yang masih sempat kau titipkan sebelum kepergianmu. Bersama tangisan, perjuangan, cinta, dan kenangan yang akan selalu membawamu menjadi raja dihatiku, SELAMANYA …….. (Lagu ini selalu kau nyanyikan didepanku)

***

The best thing 'bout tonight's that we're not fighting
Could it be that we have been this way before?
I know you don't think that I am trying
I know you're wearing thin down to the core

But hold your breath
Because tonight will be the night
That I will fall for you over again
Don't make me change my mind

Or I won't live to see another day
I swear it's true
Because a girl like you is impossible to find
You're impossible to find

This is not what I intended
I always swore to you I'd never fall apart
You always thought that I was stronger
I may have failed, but I have loved you from the start

Oh, but hold your breath
Because tonight will be the night
That I will fall for you over again
Don't make me change my mind

Or I won't live to see another day
I swear it's true
Because a girl like you is impossible to find
It's impossible

So breathe in so deep
Breathe me in, I'm yours to keep
And hold on to your words 'cause talk is cheap
And remember me tonight when you're asleep

Because tonight will be the night
That I will fall for you over again
Don't make me change my mind!

Or I won't live to see another day
I swear it's true
Because a girl like you is impossible to find

Tonight will be the night
That I will fall for you over again
Don't make me change my mind

Or I won't live to see another day
I swear it's true
Because a girl like you is impossible to find
You're impossible to find


Ps. Ini part terakhir. Kalau berminat bisa liat part 1, part 2, dan part 3 . Thanks buat yang udah baca ini sampe abis :). Inget jagalah seseorang yang kamu sayangi selagi dia masih ada disampingmu, kamu akan benar-benar merasa kehilangan setelah dia tak ada lagi di sampingmu.

Wednesday, 13 February 2013

My Trip to Jakarta

Selamat pagi di hari Rabu yang indah ini, semoga kalian selalu mendapatkan berkah dan karunia-Nya. Etdah bahasanya udah kaya Bu Lurah mau pidato *jangan tanya lagi*. Langsung aja ini postingan yang memang udah hampir seminggu diungkeb di draft, nyempil sama upil lain yang udah hampir meleleh. Ini soal trip temen kampus gue ke Jakarta. Jadi begini ceritanya :

Pada suatu hari tepatnya tanggal 06 Februari 2013 di Kampus gue diadakan yang namanya study tour, observasi atau apalah itu disebutnya. Satu hari sebelum keberangkatan diadakan dulu yang namanya breefing soal apa yang harus kita bawa dan semua yang berhubungan dengan keberangkatan. Disepakati bahwa kita harus sudah berkumpul di kampus pukul 04.00, dan waktu keberangkatan minimal pukul 05.00. Semua protes, semua lempar kursi sampe lempar pantat masing-masing *ini lebay*. Gila aja jam segitu kan waktu enak buat tarik selimut.

Dan pada hari H, gue dan temen berangkat pukul 04.15 dari rumah, gila itu udara masih dingin banget. Di jalan gue sedikit resah soalnya takut ketinggalan bus dan duit gue melayang gitu aja. Akhirnya gue minta ayah buat rada mempercepat jalannya motor, dan akhirnya pukul 04.30 gue sampe juga. Ternyata pemirsaaa disana masih sepi dan busnya belum ada. Kali itu gue belum makan dari semalem, jadi nyesel tadi kenapa gue gak makan dulu ya. Akhirnya bus itu datang sekitar pukul 05.15, dan lu tau gak semua ? Kita fix berangkat pukul 06.00, ini bener-bener jam karet :(.

temen gue kecapean

dosen lagi karokean

Kira-kira baru sejam perjalanan, gue muntah semuntahnya. Gue gak tau kenapa bisa kayak gini, apa efek kurang tidur atau efek belum makan ? Pokoknya semua langsung merhatiin gue dan sampe-sampe gue dipindahin ke kursi deket supir sama dosen. Aduh ini agak memalukan buat gue. Sisanya gue hanya tertidur selama perjalanan.

Tepat pukul 09.50 gue barulah sampe UIN di daerah Ciputat. Langsung rombongan gue pada pake almamater dan turun dari bus, soalnya pukul 10.00 acaranya mulai bro. Bule gak suka yang namanya gak on time. Gue langsung masuk perpustakaan utama yang jadi tempat Amcor (American Corner). Disana udah ada bule dan asistennya serta staf-staf dari UIN. Acara berlangsung seru, bule itu ngejelasin soal cara belajar lewat game. Menurut gue itu seru banget, karena lewat game pasti lebih gampang buat mencerna pelajaran. Gue juga sempet nyobain maen gamenya, walaupun kepala gue pusing banget waktu itu. Oh iya narasumber bule itu bernama Mr.Erran William, cakep kan ????

ini perpustakaan utama UIN

ini dosen gue coba narsis 

ini bule nya lagi presentasi :)

Kira-kira pukul 12.10 gue pergi dari UIN, dan melajutkan perjalanan ke @america yang tempatnya di Mal Pacific Place Lt.3 #325 Jl. Jendral Sudirman Kav. 52-53 Kebayoran Baru Central Jakarta, 12190. @america itu apa sih ? Yaps @america itu pusat Kebudayaan Amerika yang pertama di Indonesia. Dilengkapi dengan teknologi modern seperti monitor layar sentuh dan komputer tablet, pengunjung dapat mempelajari kebudayaan Amerika dengan cara yang seru dan atraktif. Disitu juga guide nya cakep-cakep dan masih muda lohh, apalagi bisa pinjem IPAD loh selama disana dan cuma nunjukin kartu identitas aja buat minjemnya. Oh iya setiap bulannya ada tema yang @america angkat, kebetulan untuk bulan ini diangkat tema mengenai seni.

ini pose depan lukisan seniman terkenal

ini salah satu kecanggihan di @america (google earth map)

Setelah itu sekitar pukul 14.00 kita berlanjut ke Mesjid Istiqlal untuk melaksanakan shalat sekalian istirahat. Pas banget setelah kita selesai shalat hujun turun deras banget, ditambah angin sama petir yang bikin kita takut. Gue berkali-kali telpon dosen biar bus nya nyamperin kita ke pintu keluar, tapi kan gak bisa ya jadinya kita semua lari-lari sambil ujan-ujanan nyamperin itu bus *berasa film india*. Akhirnya karena cuaca yang ekstrim, dosen memutuskan untuk langsung pulang tanpa jalan-jalan dulu. Sedikit kecewa memang, tapi ya mau gimana lagi kan. Masa mau ujan-ujanan sambil jalan-jalan hehe. Dan kita semua pulang....

lagi jalan menuju Mesjid


ceritanya temen gue lagi pose alay

Di perjalanan kondisi gue masih gak fit, malah tambah parah aja. Gue muntah trus dan kepala gue puyeng berat kaya ditonjokin Chris John. Temen-temen pada gantian mijitin gue, nyuapin gue, pokonya manjain gue banget dah. Dosen juga gak kalah sibuknya, uhmm so sweet deh pokoknya. Akhirnya pukul 23.15 gue sampe di kampus tercinta, untungnya ayah gue mau jemput gue malem itu. Dan gue sampe di rumah pukul 23.35 WIB dengan selamat gak kurang apapun.

Perjalanan hari itu bener-bener berkesan buat gue, karena jarang banget Angkatan FKIP Bahasa Inggris se.semester ini bisa pergi bareng. Gue harap kedepannya bakal ada lagi acara-acara kayak gini lagi. Dan satu lagi ketemu sama bule itu bikin minder gue bertambah haha, harapan terbesar gue pengen bisa dateng lagi ke @america dan ketemu lagi sama cowok cakep yang pake kemeja kotak waktu itu *gagal fokus*. Oke mungkin segini aja cerita gue, ya ampun panajang beud ya *gaya alay*.

ini lagi cobain game Trace Effect

ini cowok berkemeja kotak itu

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...